Skip to main content

Full text of "Sejarah Dan Perjuangan Kyai Sholeh Darat Semarang"

See other formats


MEJAKAH A PERJUANGAN 



HyHkli ll«t)l Mutinmituiil 8«ib li bin Umur Ai Komornny) 






Abu Mali* u» Sai'h D/.ihir 



u icfiwan (Editon 






Maha 



Ulama 



Dtortriun c«*h 

Pvrta Hai K /a Sfwleb Oarat Swwang 













KATA PENGANTAR 




Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah, Dzat yang memelihara 
seluruh alam. Kita semua memohon pertolongan dan memohon ampunan 
kepada-Nya. 



Sholawat serta salam semoga tercurah kepada auri tauladan kita 
hingga akhir zaman. Nabi Besar Muhammad Shollallahu alaihi waaallam. 
Juga untuk keluarga, pin sahabatnya dan para pengikutnya dalam tman 
hingga akhir zaman. Kita semua berharap mendapat syafaatnya di Han 
Pembalasan kelak. 

Segenap asa dan cinta kita, pastilah bermuara pada keinginan 
mendapat ramhat Allah subhanahu wata’ala. Karena tak ada yang bisa kita 
andalkan pada amal perbuatan kita Sama sekali tiada. Hanya rahmat Allah 
Swt yang akan menyelamatkan kiu di dunia maupun akhirat 

Sungguh kesempatan sangat baik jika bisa berdekatan dengan orang- 
orang yang dikasihi-Nya, yaitu para wali. Serta dekat dengan ulama penerus 
Nabi. Kemuliaan mereka di sisi Allah, kiu harap menciprat pada din kita 
melalui ilmu dan moral yang mereka ajarkan. 

Memperingati haul salah satu waltyullah besar abad ke- 19 dan ke- 10 
mi. Simbah Kyai Sholch Darat, semoga menjadi salah satu upaya kiu 
mendapat pancaran cahaya kehormatan dan kebaikan. 

Dengan membaca sejarah peri kehidupan beliau, mengambil dan 
meneruskan pelajaran beliau, serta berdzikir dan berdoa untuk beliau, 
semoga langsung memantul kembali kepada kita sehingga kita berada di 
jalan orang-orang yang diridho Allah. Bukan jalannya orang-orang sesat dan 
dibenci Allah. 



Sungguh teramat banyak kebaikan yang bisa kita petik dan maha 
gurunya para guru ulama Tanah Jawa ini, sehingga sebenarnya berdoa 
setahun sekali dalam haul beliau rasanya sangat tidak cukup. 



Kami ucapkan terima kasih tak tcrhingga kepada semua pihak yang 
telah membantu terselenggaranya rangkaian acara haul ke-I 12 KU Sholeh 
Darat tahun 1433 H ini Segala yang telah diberikan, semoga diberi balasan 
yang lebih dan lebih dan (iusti Allah. Jazakumullah khoiran alisanal jaza. 

Semarang. 25 Ramadhan 1433/ 16 Agustus 2012. 

Penyunting 





riwayat kkhidupan 
kyai sholeh darat 



R»w a> at Kelahiran 

Kyai Sholeh Darat dilahirkan di desa Kcdung Jumblcng, Kecamatan 
Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, sekiiar 1820 M / 1235 H. Nama 
lengkapnya Muhammad Sholeh bin Umar al-Samaram. atau lebih dikenal 
dengan sebutan Kyai Sholeh Darat. 

Adanya penambahan nama desa atau kampung di belakang nama 
orang, sudah menjadi kebiasaan atau ciri dan orang-orang terkenal di 
masyarakat Tempat tinggalnya dulu, suatu daerah di pantai utara Semarang, 
tempat mendarat orang-orang dan luar Jawa Kini, nama Darat tetap lestari 
dan dijadikan prasasti nama kampung. Nipah Darat dan Darat Tirto. Saat ini 
kampung Darat masuk dalam wilasah Kelurahan Dadapsan, Kecamatan 
Semarang Utara. 

Ayahnya. Kyai Umar merupakan pejuang kemerdekaan dan orang 
kepercayaan Pangeran Diponegoro dalam perang melawan Belanda di 
wilayah pesisir utara Jawa 

Setelah mendapat bekal ilmu agama dari ayahnya. Sholeh kecil 
mulai mengembara, belajar dan satu ulama ke ulama lain. 

Riwayat Keluarga 

Selama hayatnya, Kyai Sholeh Darat pernah menikah tiga kali. 
Perkawinannya yang pertama ketika ia mondok di Mekah. Tidak jelas siapa 
nama istrinya. Namun anak dari istri ini diberi nama Ibrahim. 

Tatkala Kyai Sholeh Darat pulang ke Jawa, istrinya telah 
meninggal dunia dan Ibrahim tidak menyusul ke Jawa. Ibrahim ini tidak 
mempunyai keturunan. Untuk mengenang anaknya (Ibrahim) yang pertama 
ini, Kyai Sholeh Darat menggunakan nama Abu Ibrahim dalam halaman 
sampul kitab tafsirnya, Faidh al -Rahman. 

Perkawinannya yang kedua dengan Sofiyah, puteri Kyai Murtadho 
teman karib bapaknya. Ini terjadi di Semarang. Dari pekawinan ini, mereka 
dikarunia dua orang putera, Yahya dan Kholil. Dari kedua putranya ini, 

y' - _ 

^ l\s J * t — i 



telah melahirkan beberapa anak dan keturunan yang bisa dijumpai hingga 
kini 

Sedangkan perka winuniiya yang ketiga dengan Raden Ayu Aininah. 
pulen Bupati Bulus. Purworejo yang juga seorang syarilah (keturunan Nabi 
Muhammad S A W V Dan perkawinannya mi. mereka dikaruniai seorang 
putn bernama R \ Sili /ahroh 

Siti /ahroh dijodohkan dengan Kyai Dahlan, santri Kyai Sholeh 
Darat dan Temias. Pacitan. Dari perkaw inan ini melahirkan dua orang anak, 
masing masmg Rahmad dan Aisyah. Kyai Dahlan meninggal di Mekah. 
kemudian Siti Zahroh dipasrahkan kepada Kyai Mahludz, kakak kandung 
Kyai Dahlan. Oleh Syeikh Mahludz. /ahroh dijodohkan dengan Kyai Amir, 
juga santn KH Sholeh Darat sendiri asal Pekalongan. Perkawinan kedua Siti 
/ahroh tidak melahirkan keturunan 

Pengembaraan ilmu KH Sholeh Darat 

Sebagaimana anak seorang kyai. masa kecil dan remaja Sholeh 
Darat dilewatinsa dengan belaiar aU/ur'an dan ilmu agama. Pertama 
belaiar langsung pada a\ahn\a, ilmu ruhwu, shorof, akidah, akhlak, hadis 
dan fiqih Setelah uu mengembara menimba ilmu ke beberapa ulama atas 
dukunean Sebelum meninggalkan tanah airnya, ada beberapa Kyai yang dia 
timba ilmunya. 



GLKl-Gl Kl KH SHOI.EH D VRAT 1)1 J \\\ A 
I. KH M. Syahid Pati 

Pengembaraan ilmu Kyai Sholeh Darat dimulai dengan belajar 
kepada Kyai M. Syahid, seorang ulama yang memiliki pesantren 
Waturoyo. Margoyoso, Kajen, Pati. Pesantren tersebut hingga kini 
masih berdiri Kyai M. Syahid adalah cucu Kyai Mulamakkin yang 
hidup semasa Paku Buwono II ( I727-174*)M). Kepada Kyai M. Syahid 
ini. Kyai Sholeh Darat belajar beberapa kitab fiqih. Di antaranya kitab 
Fath al-Qarib. Faih al-Mu 'm, Minhaj al-Qawwim. Syarah al-Khatib. 
Fath al-H'ahub dan lain-lain. 



2. Kyai Kari* n Haji Muhammad Sholfb bin \*na«*i Kndu* 

kepadanya K> ai Shnleh Darat belaji/ Tafur al-Jalulam k arya 
Imam Suwjti 

3. K\ai Ishak Damaraa. Semarang 

kepadanva Kyai Shnleh Darat belajar Vahwu dan Shorof 

4. k s ai Abu Abdi llah Muhammad bin Hadi Baquni, Mufti di 
Semarang 

Kepadanya Kyai Shnleh r>aral ilmu falak 

5. Sayid Ahmad Rafaqih Ba'alawl. Semarang 

Kepadanya Kyai Shnleh Darat belajar kitab Jauhar al-Tauhid karya 
Sycikh Ibrahim al-Laqqoni dan Uinhai aJ-Ahidm karya imam Ghazali. 

6. Syeikh Abdul Ghani Bima, Semarang 

Kepadanya k\ai Sholeh Darat belajar kitab Masail al-Siitm karya 
Abu Abbas Ahmad al-Mishn Yaitu sebuah kitab beisi ajaran-ajaran 
dasar Islam yang sancat populer di Jawa pada abad ke-19 M. 

7. Mbah Ahmad (Muhammadi Alim, Bulus Gebang Purworejo 
kepadanya kyai Shnleh Darat mempelajari ilmu-ilmu yang 

berkaitan dengan tasawuf dan tabir al-t,*ur an Oleh Nfbah Ahmad 
i Muhammadi Alim iru. k\ai Shnleh Darat diperbantukan kepada Zainul 
Alim iputra Mbah Ahmad Alimi untuk mengasuh sebuah pesantren di 
Dukuh Salatiyang. Desa Maron. kecamatan Loano, Kabupaten 
Purworejo 

Melihat keragaman kitab-kitab yang diperoleh oleh kyai Sholch 
Darat dan beberapa parunya, menunjukkan betapa kemampuan dan 
keahlian Kyai Shnleh Darat di bidang ilmu agama. 



GIRL-GIRI KH SHOLF.H DARAT DI MFKAH 

Setelah dirasa cukup mengaji pada ulama di Jawa. KH Sholeh Darat 
diajak ayahnya menunaikan ibadah haji sekaligus belajar di Mekah. 
Perjalanan ayah dan anak itu tidaklah mulus Mereka harus mencari jalan 
yang aman agar tidak ditangkap Belanda. Sebab Kyai Umar adalah teman 
seperjuangan Pangeran Diponegoro yang pernah ikut berperang di wilayah 
pesisir utara. 






Pcpabrun mereka akhirnya bisa sampat Snigiipiiin thiu tmpt'ul 
cukup lama di negen Tumasik itu l)i situ m memiliki bclu-fiipn tanin. dan 
bahkan ada perkampungan bernama K>m Slioleh Sehingga m berangkat ke 
Mekah diperkirakan laluin I X35, mengingat cliliulnmgkim lalimi 
keberanekaan S>cikh Nawnwi Banten pmln IKJK yang huni bciumus I 4 » 
tahun. Pahadal antara KH Sholeh Darat dengan Sycikli Nawawi lerpaul 
tujuh tahun lebih tua S>eikh Nawawi. 

Sudah suratan tagdir. ayahnya wafnl di Mekali Membuat ia 
mcmutu>kan menetap di kota suci itu untuk mempei dalam ilmu agama. 
Pada waktu itu. abad ke-I*), banyak santri Indonesia yang berdatangan ke 
Mekah guna menuntut ilmu agama di sana. 

Selama di Mekah. kyai Sholeh Darat telah berguru kepada tidak 
kurang dan sembilan ulama setempat Mereka adalah : 

1 Syeikh Muhammad al-Muqri al-Mishri al-Makki 

kepadanya ia belajar ilmu-ilmu aqidah, khusunya kitab L'mmul 
B.iranm karsa Imam Sanusi (al-Sanusik 

2 Sstikh Muhammad bin Sulaiman Hashallah 

b adalah pengajar di Maspd al-llaiain dan masjid Nabawi 
Kepadanya. kyai Sholeh Darat belajar luph dengan menggunakan kitab 
F\uhul Hahhub dan Syauh itl-Kluiiib. serta Nalmu dengan 
menggunakan kiub Altivuh Ibnu \bdik 

Sebagaimana tradisi bebiar tempo dulu, seteluh menyelesaikan 
pelajaran-pelajaran tersebut, kyai Sholeh Darat juga memperoleh 
“Ijazah" Adanya istilah ijazah dikarenakan penenmaan ilmu tersebut 
memiliki sanad Dalam hal ini, kyai Sholeh Darat mendapatkan ilmu 
dari Syeikh Muhammad bin Sulaiman Hashallah yang memperoleh ilmu 
tersebut dan gurunya, Syeikh Abdul Hannd a-Daghastani, dan al- 
Dagastam mendapatkan ibrt Ibrahim Bajun yang mendapatkan ilmunya 
dari al-Syarqawi. pengarang kitab Syarah al-Hikam. 

3 AI-‘Allamah Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan, mufti madzhab 

Svafl'hah 

• • 

kepadanya Kyai Sholeh Darat belajar Ihya ' Ulum al-Din. Dari sini 
ia juga mendapatkan i jazah 

4 AI-'Albmah Ahmad An-Nahawi al-Mishri al-Makki. 



Kepadanya Kvai Sholeh Darat helniar al-Hikam karya Ibnu 
Atha'ilUh. 

5 S *»‘ d Muhammad Shnleh al-Zawawi al-Makki, guru di Masjid 
Nabaw i 

Dannya, k\ai Sholch Darat bclaiar kitab Jhya' Ulum al-Din jaz 1 

dan 2. 

*> K) «i Z*hid 

Danma Kvai Sholch Darat juga belajar kitab Fath al-\Yahhab . 

" 7 . $>cikh l'mir t-S>ami 

% 

Dannya kyai Sholch Darat iug3 bclaiar kitab Fath al-Wahhab 
S. Svcikh \ usuf al-Sunbulawi al-Mishri 

Darinya Kyai Sholch Darat belajar Syarah al-Tahnr karya Zakaria 
al-.\nshon 

^ Syeikh Jurnal, seoang Muftt Mad/ab Hanafivyah di Mekah 

Dannya kyai Sholeh Darat bclaiar Tatsir aI-Qur’an. Dan sinilah, 
Kvai Sholeh Darat mendapatkan ijazah ketika selesai mempelajari 
kitab-kitab tertentu, semisal Fath al-Hahhob. Syarah al-khatib dan 
Ihya' Llum a-Dm. Dari sini pulalah apa yang dipelajari Kvai Sholeh 
Darat dan kitab-kitab tersebut, berpengaruh besar terhadap isi kitab yang 
dikarangnya, yaitu Vf a; mu ai- Syariat jI kati) ah h jI-ohmu/h. 

Para guru yang pernah ditimba ilmunya baik di Jawa maupun di 
Mekah itu, ditulis sendiri dalam kitab karyanya berudul Al-MursyiJul H a/c 
fi Jlmil Qur an 



JARINGAN KH SHOLEH DARAT DI JAW A 

Sebagai seorang putra Kyai yang dekat dengan Pangeran 
Diponegoro, Kyai Sholeh Darat mendapat banyak kesempatan untuk 
berkenalan dengan teman-teman orang tuanya, yang juga merupakan Kyai 
terpandang. Inilah kesempatan utama Kyai Sholeh Darat di dalam 
membuat jaringan dengan ulama senior di masanya, sehingga ketokohannya 
diakui banyak orang Di antara Kyai senior yang memiliki hubungan dekat 
denean Kvai Sholeh Darat adalah: 

W « 



r i 



I. K\ ai llasan Rashorl iputra K\ai Nur Iman Mlangi dari ganva Cegulu 
tambahan oleh Rauc Anandat, a|udan Pangeran Diponegoro. Salah 
seorang cucu k>ai Hasan Baslion adalah KM M Moenawir, pcndin 
pondok pesantcn krap\ak Yogyakarta, adalah mund Kyai Sholch 
Darat 

k> ai S) ada' dan kyal Darda\ dua orang prajurit Pangeran 
Diponegoro. Setelah Pangeran Diponegoro tertawan, Kyai Darda’ yang 
berasal dan Kudus, kemudian menetap di Mangkang Wetan, Semarang 
bagian barat, dan membuka pesantren di sana. Kepadan>a, Kyai Sholch 
Darat pernah menuntut ilmu. Kyai Bulkin, putera Kyai Syada’, 
dikawinkan dengan Natijah. puten Kyai Darda'. dan memperoleh anak 
yang bernama K>ai Tohir Kyai Tohir ini, cucu Kyai Darda’ adalah 
mund Kyai Sholch Darat setelah pulang dan Mekah. 

3. k*ai Murtadho. teman seperjuangan kyai l mar ketika melawan 
Belanda. Shafiwah. puten k>ai Murtadho, dijodohkan dengan Kyai 
Sholeh Darat setelah pulang dan Mekah 

4. kymi Jamsari. prajuni Pangeran Diponegoro di daerah Solo dan 
pendin Pondok pesantren Jamsarcn. Surakarta Ketika Kyai Jamsari 
ditangkap Belanda, pesantn-nnva tidak ada >ang melanjutkan, lalu 
ditutup Pesanten tersebut dihidupkan kembali oleh Kyai Idris, salah 
seorang santn senior k\ai Sholeh Darat Dialah yang menggantikan 
Kvai Sholeh Darat selama ia sakit hingga w alatnya. 




: 



>:V> > J vj 





i 



JARINGAN Ml SHOI.F.H DARAT DI MKKAH 



Scnusa belajar di Mekah. Kyai Sholeh Darat banyak bersentuhan 
dengan ulama-ulama Indonesia yang belajar di sana Di antara para ulama 
>ang sezaman dengannya adalah: 

I. Kyai Nawawi Banten, disebut Juga Syelkh Nawawi al-Bantani 

Dengan ulama besar yang produktif menulis kitab berbahasa Arab 
ini, KH Sholeh Darat mempunyai hubungan dekat dengan adanya 
kesamaan guru mereka di Mekah. 

2- Syeikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi 

la seorang ulama asal Minangkabau Lahir pada 6 Dzulhijjah 1276 
(26 Mei 1860 M) dan wafat di Mekah pada 9 Jumadil Awwal (1916 M). 
Dalam sejarahnya, dua tokoh pendin NU dan Muhamadiyyah, KH. 
Hasyim As'an dan KH. Ahnud Dahian pernah menjadi mund Ahmad 
Khatib. Tercatat ada sekitar 49 karya yang pernah ditulisnya. Di 
antaranya kniab Al - S'ufjkji Jjr Al-Jj*jhirfi A 'nul a-Joibiyyat. 

3, Syeikh Mahfu/h at-Tirmasi 

Pendin pondok pesantren Icrmis Pacitan ini adalah kakak dan Kyai 
Dimvati, mund KH Sholeh Darat Adik Kyai Mahfudz, Kyai Dahian, 
pernah pula jadi menantu KH Sholeh Darat Selama di Mekah. Syeikh 
Mahfudz juga berguru kepada gurunva KH Sholeh Darat. Yaitu Sayytd 
Ahmad bin Zaim Dahian la watat tahun 1338 H / 1918 M. 

4. kyai kholil Bangkalan, Madura 

la adalah sahih seorang teman dekat Kyai Sholeh Darat. Beliau 
adalah ulama termasyhur asal Madura. Karomah kcwaliannya sangat 
populer, dan pernah menjadi guru Hadlrotus Syeikh KH Hasyim 
Asy ari Kyai Kholil belajar di Mekah sekitar pada tahun 1860 dan 
wafat pada tahun 1923. 

Diajak Pulang Kyai Hadi Girikusumo 

Ketinggian ilmu Kyai Sholeh Darat tidak hanya bisa dilihat dan 
karya-karya monumental dan keberhasilan para santnnya menjadi para 
ulama besar nusantara. Tetapi juga bisa dilihat dan pengakuan penguasa 
Mekah saat K\ai Sholeh Darat bermukim di Mekah. 




r 



Ia dipilih menjadi salah seorang pengajar di Mekah. Di sinilah Kyai 
Sholeh Darat bertemu dengan Mbah Madi (iirikusuino pendiri pondok 
pesantren ka Ageng Ginkusumo. Mranggcn. Demak, Jawa Tengah. Ia 
merupakan figur yang sungat berperan dalam menghadirkan Kyai Sholch 
Darat ke bumi Semarang. Melihat kehebatan Kyai Sholeh Darat Mbah Hadi 
Ginkusumo merasa terpanggil untuk mengajaknya pulang bersama-sama ke 
tanah air untuk mengembangkan Islam dnn mengajar umat Islam di Jawa 
yang masih awam. 

Namun karena Kyai Sholeh Darat sudah diikat oleh penguasa 
Mekah untuk menjadi pengajar di Mekah, sehingga ajakan pulang itu 
ditolak. Namun Mbah Hadi nekat. Kyai Sholeh Darat diculik, diajak 
pulang. Agar tidak ketahuaan. saat mau naik kapal untuk pulang ke Jawa, 
Kyai Sholeh Darat dimasukkan ke dalam peti bersama barang bawaannya. 
Namun di tengah jalan ketahuan, jika Mbah Hadi menculik salah seorang 
Svtikh Mekah, 

Maka pada saat kapal merapat di pelabuhan Singapura, Mbah Hadi 
ditangkap. Jika ingin bebas maka harus mengganti dengan sejumlah uang 
sebagai denda. Para murid Mbah Hadi yang berada di Singapura mengetahui 
bila gurunya sedang menghadapi masalah besar, berupaya menyelesaikan 
masalah tersebut dengan mengumpulkan dana iuran untuk menebusnya. 
.Akhirnya, mbah Hadi dan Kyai Sholeh Darat berhasil melanjutkan 
perjalanan dan mendarat di Jawa 

Adapun waktu Kepulangannya, diperkirakan tahun 1870 atau 1880. 
hal mi dikaitkan temuan dalam buku Biografi KH Muhammad Munawuir 
Krapyak Yogyakarta yang menyebutkan ia telah mengaji pada KH Sholeh 
Darat di Semarang pada tahun 1880 sebelum kemudian meneruskan belajar 
di Mekah. 



Murid-Murid KH Sholeh Darat 

KH Sholeh Darat merupakan guru bagi ulama-ulama besar Jawa dan 
pahlawan pergerakan kemerdekaan Indonesia. Beliau menjadi guru (Syeikh) 
sewakru masih di Mekah maupun setelah pulang kembali di Jawa. 




Para muridnya menjadi ulama besar pendm pesantren maupun 
pembesar kesultanan Diantara santrinya semasa di Mekah adalah K H 
Dalhar (Watucongol. Muntilan. Magelang). KM Dimyati (Termas Pacitan) 
dan KH Dahlan (Termas Pacuan) seorang Ahli Falak (w. 1329 H), 
keduanya adik Sycikh Mahfudz At-Tirmasy. serta KM Kholil Harun 
(Kasingan Rembang) dan KM Raden Asnawi (Kudus). Syeikh Mahfduz 
sang seperguruan dengan KH Sholeh Darat pun pernah pula belajar pada 
beliau semasa di tanah suci. 

Adapun murid KM Sholeh Darat setelah kembali di Jawa, 
diantananya, KH Hasyim Ass'an (pendm Nahdlatul Ulama), KH Ahmad 
Dahlan (pendin Muhammadiyah) KM Idris (pendm Pondok Pesantren 
Jamsaren Solo). KH Sya ban ( ahli falak Semarang). 

Lalu Kyai Amir Pekalongan (w 1357 H) yang menjadi menantu 
Kyai Sholeh Darat, dan K\ai Idris mama aslinya Slamct) Solo. Mund 
lainnya adalah KM Siroj (Pjsaman. Magelang), Penghulu Tafsir Anom 
(Keraton Surakarta i, KM Muruwir (Krapyak Yogyakarta), KH Abdul 
Wahab Chasbullah (Tambak Beras Jombang), KH Abas Djamil (Buntet 
Cirebon). KH Raden Asnawi i Kudus). KM Bisn Syansuri (Denanyar 
Jombang). 

Selain itu, Kyai Y asin Rcmking. Kyai Abdus Shamad Surakarta, 
Kyai Yasir Areng Kembang, KH Subakir (Demak), KH Abdul Hamid 
(kcndal), KM Y asin ( Bareng. Kudus). 

Santnnya lain yang asal Semarang adalah KH Ridwan Ibnu 
Mujahid, KM Syahli Kauman, KM Thohir, KH Syakban, KH Anwar 
Mujahid. KH Abdullah Sajad Scndangguwo, Mbah Dawud, dan KH Ali 
Barkan. Kyai Sahli 

Ada salah satu muridnya Semarang yang membuat karangan bagus, 
Kyai Sva ban bin Hasan Semarang, menulis artikel "Qabul al-'Alcna ‘an 
Janabi ma Shadura h Svaikh Ahi Yahya" untuk mengoreksi salah satu 
bagian dari kitab Ma/mu 'al al-Svari 'ah karya Kyai Sholeh Darat 

Sedangkan mund dari kalangan non kyai yang terkenal adalah 
pahlawan emansipasi wanita, Raden Ajeng Kartini. Putn Bupati Jepara ini 
sewaktu menikah dengan Bupati Rembang Joyodiningrat, diberi kado KH 
Sholeh Darat berupa kitab Tafsir Al-Qur’an Faidhur Rohman fi Tarjamati 
Taf s m Kalam al- Malik al-Dayyan. 



Persinggungan KH Sholeh Darat dengan RA Kartini 

K.H Sholeh Darat sering memberikan pengajian, khusunya tafsir al- 
Quran di beberapa pendopo Kabupaten di sepanjang pesisir Jawa.Sampai 
suatu ketika RA Kartini berkunjung ke rumah pamannya. Bupati Demak. 
Saat itu sedang berlangsung pengajian bulanan, khususnya untuk anggota 
keluarga sang Bupati. 

RA Kartini ikut mendengarkan pengajian bersama para Raden Ayu 
yang lain di balik hijab (tabir. tirai). RA Kartini merasa tertank tentang 
materi yang disampaikan pada saat itu. Tafsir al-Fatihah , oleh Kyai Sholeh 
Darat 

Setelah selesai pengajian, RA. Kartini mendesak pamannya agar 
bersedia menemaninya untuk menemui Kyai Sholeh DaraL Ia 
mengemukakan: "Saui merasa perlu menyampaikan terimakasih yang 
sedalam-dalamnya kepada Romo Kvai dan rasa syukur yang sebesar- 
besarnya kepada Allah S II T alas keberanian Roma Kyai menerjemahkan 
surah al-Fanhah ke dalam bahasa Jawa sehingga mudah difahami dan 
dihayati oleh masyarakat awam, seperu sava Kvai lain tidak berani 
berbuat seperti itu. sebab kala mereka al-ijuran tidak boleh diterjemahkan 
ke duiam bahasa lain " 

Lebih lanjut Kartini mengatakan: "Selama ini al-Fatihah gelap bagi 
saya Su\a tidak mengerti sedikit pun akan maknanya, tetapi sejak hari ini 
menjadi terang benderang sampai kepada makna yang tersirat sekalipun, 
karena Romo Kyai menjelaskannya dalam bahasa Jawa yang saya 
fahami 

Dalam pertemuan itu RA Kartini meminta agar Al-Qur'an 
diterjemahkan karena menurutnya tidak ada gunanya membaca kitab suci 
yang tidak diketahui artinya . 1 



Kisah ini adalah shahih. dinukil oleh Prof KH. Musa Al-Machfud Yogyakarta. dan Kyai 
Muhammad Demak, menantu sekaligus staf ahli Kyai Sholeh. 

Sumber: Majalah Bulanan AULA Edisi April 2012 h)m. 21 



Tetapi ptula waktu itu penjajah Belanda secara resmi melarang orang 
menenemahkan al-Qur'on. Dan para ulama waktu juga mengharamkannya. 
Mbah Sholeh Darat melanggar larangan ini. Karena permintaan Kartini itu, 
dan panggilan untuk berdakwah, beliau menerjemahkan Qur'an dengan 
ditulis dalam huruf Arah pegon sehingga tak dicurigai penjajah. 

Kitab tafsir pertama di Nusantara dalam bahasa Jawa dengan aksara 
Arah itu dihen nama h'aulhur Rahman Kitab ini diberikan sebagai kado 
perkawinan kartim sebagai istri ketiga Bupati Rembang, RM Joyodimngrat. 
Kamni sangat senang dengan kado itu. 

Setelah belajar Islam, Kartini mengalami beberapa perubahan cara 
pandang. Di antaranya, semula ia menolak konsep poligami, namun ia 
akhirnya menerima konsep poligami setelah menerima penjelasan dan Kyai 
Sholeh . 

Melalui terjemahan Mbah Sholeh Darat itu pula RA Kartini 
menemukan ayat yang amat menyentuh nuraninya yaitu: "Orang-orang 
Kriman dibimbing Alloh dan gelap menuju cahaya" (Q.S. al-Baqoroh: 
257). 

Dalam banyak suratrna kepada temannya orang Belanda, JH 
Abendanon, Kartini banyak mengulang kata “Dari gelap menuju cahaya" 
yang ditulisnya dalam bahasa Belanda: "Door Duistemis Toot Licht." Oleh 
Armijn Panc ungkapan ini diterjemahkan menjadi “Habis Gelap Terbitlah 
Terang.” yang menjadi judul untuk buku kumpulan surat -menyurat Kamni. 

Surat yang diterjemahkan Kyai Sholeh adalah Al Fatihah sampai 
Surat Ibrahim. Kartini mempelajarinya secara serius, hampir di setiap waktu 
luangnya. Namun sayangnya pcneijemahan Kitab Faidhur-Rohman ini tidak 
selesai karena Mbah Kyai Sholeh Darat keburu wafat. 

Dan kartini sendiri, belum tuntas membaca. Gusti Allah 
memanggilnya di usia muda. Pahlawan Emansipasi itu wafat saat 
melahirkan anak pertamanya di usia 25 tahun. 



Sang Delegator Pesantren 

Dalam sejarah pesantren, Kyai Sholeh Darat layak disebut sebagai 
“delegator Pesantren". Karena ia tidak pemah ikut membesarkan pesantren 




orang tuan\a, sebagaimana ln/imnyfl ••'«••k unak h v, u. Ih iiistni teluh 
memilih membantu memajukan pesanl.cn la, n da» membui 

pesantren sendin. dengan tanpa maksud nieimhiiikiin dirinya scbajuii 

pengasuh pevinircn .. . 

Khidimh t pengabdian) dm awal, diawali sebagai guru yang 

diperbantukan J, pc—nlnrl» S,,l,.hy,,„g yang Krkral d. Iks. Marun. 

kcvaniaun loamt. I'unvorcio. IV«imcn .m di- 'nUn «ck.u.r «M kc-IH 

oleh „c orang sufi, nus.ng-.nasi,.* kya, Aluimtl (M. Ahm kya, 

Muhammad Ahm ,pu,n, Mbah Kvm Almu, d Al„„> d., n Ky«, /,,m al Al, n, 

.Muhammad Zen. luga pu<m Mbah K M" Alm ' ad A 

Dalam perkembangan sclamuinya pcsanlcn mi dipercayakan kepada 

Kvai Zain al Alim Sementara Mbah Ksa, Ahmad (Muhammad) Alim 

mengasuh sebuah pesani, on. belakangan bernama al-huan. d, desa Bulu,. 

kecamatan Gebang. Adapun ksa, Muhanud Ahm , putra Mbah kya, 

Ahmad Al, ml mengembangkan pesantrenmu |uga d, Desa Marun. yang km, 

dikenal dengan pesantren jl-Anwar Jad, kedudukan K\ai Sholeh Darat 

adalah sebagai pengajar yang membantu K\ai /ain al Alim (Muhammad 



p esam ren Salatnang sendu, lebih mentokuskan pada bidang 
penghalalan al-Qur'an. di samping mengajal kitab kuning Di sinilah besar 
kcmunekioannva. Ksai Sholeh Darat diperbantukan untuk mengajar kitab 
kun.ngj seperti f,qh. tafsir d., n tuhwu shorof. kepada para santn >ang 
bedan^ menghalal al-Our an 

Dfjnura ulama jebolan SaUtiwng adalah Kyai Baihaqi (Magelang). 
K\ai Ma'aif (Wonosobo). K\ai Muli.upn (Lampung Tengah), Kyai 

Hidavat (Ciamis) Ksai Haji Kalbulah (Indramayu), dan lain sebagatnya. 

* * 



Mengasuh Pesantren Darat 

Tidak jelas, berapa lama Kyai Sholeh Darat mengajar di pesantren 
Salativang. Sejarah hanya mencalal. bahwa pada sekitar 1870-an Kyai 
Sholeh Darat mendirikan sebuah pesantren baru dt Darat, Semarang. 
Hitungan angka ini didasarkan pada kitabnya, Terjemah al-Hikam, yang 
rampung ditulis pada 1291 H 1793 M. 



v - 1 6 



Menurut alm. Dr Ahdullah Sultni, dosen Untssula Semarang yang 
ban sak meneliti sejarah KM Sholeh Darat, tahun I H70 itu bisa dipercaya 
sebagai tahun berdirinya Pesantren Darat 

Namun menurut catatan menantu KU Sholeh Darat, KH Amir Idris, 
pesantren Darat telah didirikan oleh mertua Kll Sholeh Darat, yaitu Kyai 
Murtadho pada tahun I 7lH)-an. Namun awalnya masih berupa langgar. Jadi 
» pada IS'O tlu KM Sholeh Darat melanjutkan dan membesarkan langar 

mertuanya menjadi tempat mengaji santri mukim. Kyai Amir sendiri sempat 
j membantu mengajar di Pesantren Darat 

Pesantren Darat merupakan pesanten tertua kedua di Semarang 
setelah pesantren Dondong. Mangkang Wetan. Semarang. Diperkirakan 
pada tahun lt09 M. cikal bakal Pondok Pesantren Dondong telah dirintis 
oleh mantan prajurit Mataram (semasa Sultan Agung Hanyokrokusumo) 
hemama KH SyafiT Piaranegara 

Lalu dikembangkan meniadi pesantren oleh menantunya, KH Abu 
Darda' bersama Kyai Sada', lalu diluputkan KM Bulkin, KH Ahmad, KH 
Thohir, KM Hasan M u barok, KM Tholhah. KH Mudzar, KH Ikhsan, KH 
Atma dan KH Imam. 

Kemudian pasca perang kemerdekaan dilanjutkan KH Maskan 
Achmad lalu KH Ahlad/un Athlal, KH Kaqih, KH Dulkhamid, KH 
L baidah. KJI Sanusi. KH Zakana Anshor, dan KH Nu'man. 

Semasa mengasuh pesantren, KH Sholeh Darat tidak terlalu 
memperhatikan pengembangan kelembagaan pondok. Hal itu diyakini 
karena sikap itmadhu kepada Pesantren Dondong y ang sederhana dan tidak 
jauh dan kampungnya. 

Sayang sekali, sepenmggalan Kyai Sholeh Darat, pesantrennya 
tidak ada yang melanjutkan. Pamor pesantren meredup, hingga pada masa 
pendudukan Jepang benar-benar tutup. Kyai Amir. salah seorang menantu, 
memindahkannya ke Kcdungwum Pekalongan. 

Karena laktor inilah, pesantren Darat hilang tanpa bekas 
se peninggalan Kyai Sholeh Darat, pada 1903 M. Konon salah seorang 
santri seniornya, Kyai Idris dari Solo, memboyong sejumlah santri gurunya 
ke Solo, Tujuan Kyai Idris untuk menghidupkan kembali pondok pesantren 
Jamsaren. yang pernah didirikan oleh Kyai Jamsan. 




Km. d. bekas pesantren vang dulu digunakan oleh Kyai Sholeh 
Darat untuk mengajar menga,. hanya bcrd.rt sebuah masjid yang mas, h 
d, gunakan untuk menjalankan ibadah umat Islam d. kampung Darat 

Semarang 



Jaringan Pesantren Semarang 

Sedikitnya ada tiga induk pondok pesantren yang berjaring secara 
keilmuan dengan KH Sholeh Darat. Yaitu pondok di Pedurungan, Kauman 

dan Manekang 

Di Pedurungan. mund KH Sholeh Darat bernama Kyat Abdullah 
Saiad mendirikan Ponpes Ad-Dainunyah. Kepemimpinan pondok im 
diteruskan keturuannnya, yaitu KH Ahmad Dmtyati, KH Abdullah Dainun, 
KH Afif Dainun. 

Ulu pada uhun 19R1 putra ketiga KH Abdullah Dainun mendinkan 
Pesantren Al-Ibnz. Berlanjut pada IW9 Ponpes Ad-Damunyah 2 oleh KH 
Dzikron Abdullah, putra kelima KH Abdullah Dainun 

Sedangkan di Kauman, sekarang terdapat dua pesantren, yaitu 
Ponpes Tahfidzul Our'an asuhan KH Abdullah Umar al-Haftdz, dan Ponpes 
Roudhotul Qur'an asuhan KH Turmud/i «l-Hatidz (kerabat Kyai Syahli 
mund KH Sholeh Darat) Murid KH Sholeh Darat di Kauman berjumlah 
ban sak, namun yang terkenal adalah Kyai Syahli dan Kyai Ridwan. 

Adapun pesantren Dondong Mangkang yang pernah diasuh oleh 
Kyai Thohir mund KH Sholeh Darat, yang sebelumnya Kyai Sholeh pernah 
berguru pada ayah si mund, yaitu Kyai Bulkin. 



Reputasi Keilmuan K H Sholeh Darat 

Di akhir abad ke- 19 dan awal abad ke-20, banyak ulama Indonesia 
yang menghasilkan karya tulis besar. Banyak sekali kitab-kitab yang ditulis 
dengan bahasa Arab Setelah Kyai Ahmad Rifa’I dan Kalisalak (1786-1875 
M) yang banyak menulis kitab yang berbahasa Jawa, tampaknya Kyai 



SMoh Dam adalah satu-satunya Kya. akhir ahad kc-19 yang kar - 
tulisnya berbahasa Jawa. y 

Kebesaran KU Sholeh Darat di samping menjadi guru dari p ira 
ulama Nusantara, juga karena banyaknya karya tulis beliau. Sang Maha 
t.iuru im sangat alim di bidang liqih, ilmu kalam, tasawuf, dan ilmu falak 

Keahliannya dalam Ilmu Falak terbukti diwariskannya pada murid 
muridnya yang kelak terkenal ahli Falak. Yaitu KH R, Dahlan Term*. KH 
Anur ldns, KH Sya ban Semarang, dan R. Rahmat (cucu KH Sholeh Darat) 

Dan penelitian pustaka dan wawancara, karya KH Sholeh Darat 
punya pengaruh hingga Asia Tenggara selain di tanah Arab. Kitab-kitabrv.a 
d.kenal luas, sehingga dicetak di Bombay (India), Singapura maupun di 
Malaysia. 

Kemasyhuran KH Sholeh Darat di Asia Tenggara sejajar dengan 
penuhs kitab berbahasa Melayu waktu itu. Yaitu Syeikh Nuruddm Ar- 
Ramry (penulis Tafsir Baidlowi), Syeikh Abdurroud Al-Fansun (pengarang 
Tatsir Tuijumun al-Mustafadl, Syeikh Muhammad Arsyad bin Abdullah aJ- 
Banjan (pengarang kitab Sab.iul Muhtadin), Syeikh Dawud bin Abdullah 
al-Fatam (penulis kitab Bughyatut Thullab). Syeikh Abdul Malik bin 
Abdul lah Trengganu Malaysia (penulis Tarjamah Al-Hikam), dan Sscikb 
Abdussomad Al-Falimbam (penulis kitab Htdayatus Salikin). 

Menurut H W Muhd Saghir Abdullah dalam bukunsa 
'Perkembangan Ilmu Fiqih dan Tokoh-tokoh di Asia Tenggara" 
menyatakan, KH Sholeh Darat menjalin hubungan erat dengan para ulama 
Melayu tersebut dan dia dipanggil Tuan Haji Muhammad Salih Samaram. 



KARYA TULIS KH SHOLEH DARAT 

Kitab-kitab karangan KH Sholeh Darat secara umum bisa dibagi 
dalam tiga tema pokok bahasan. Yakni syariat, teologi, dan tasawuf 

Dengan karya-karyanya tersebut, ulama besar im berusaha 
mengakomodasi dua aliran pemikiran yang berkembang saat itu. syariat dan 
tasawuf ke dalam tradisi Sunni. Sesuatu yang juga pernah dilakukan Imam 
Al Ghazali. 




Kmukarsa luli» Kll Sholch Darat Nang sebagunnya herupa 
tcncmuhjn. d.ukim paling sedikit •«' kuah Namun yang lelah ditemukan 
Haru 1 2 iiulul. \ailu 

/. Slu/mu ’a f Syah ‘ai al-kafiyal li aJ- 4 *om 

Kilah ini khusus memhahns persoalan fiqih namun dengan penjelasan 
m*.iI aspek hakikat dan ma niat >ang harus dikejar setelah orang 
mengerti tentang ssart ai 

2. Hunjnal Melik Sanfiking Ihya' l Aum aJ-Din al-Chazali 

Sehuah kitab petikan dan kilah lh\a L lum al-Din jur 3 Bemi pelajaran 
ruka dan lunlunan mengendalikan ha*a natsu. 

.V Terjemah 41-Hikam karsa Ahmad bin Athoilah 

Walau hanva sepertiga kitab Al-Hikam yang diterjemahkan. KJl Sholch 
Darat menjelaskan pajang lebar mengenai ihonqoh dan tasawuf. Orang 
awam disarankan mcmpclaian kitab Maimu' dahulu sebelum membaca 
kiuh mi Sebab menurut KH Sholch Darat. orang >ang mendalami tarekat 
harus terlebih dulu matane dalam pelaksanaan syariat 

Tulian tangan asli KH sholch Darat kuah mi masih disimpan keturunan 
beliau di Jl Kakap Darat Tirto no Z 1 2 Kelurahan Dadapsan kecamatan 
Semarang L lara. Kota Semarang 

Adapun hasil cetaknsi dan percetakan di Singapura, tersebar di 
mana-mana. Termasuk di jxrpu'iakaan Mu^htata Bab El-Halabi, Cairo; 
k buah percetakan di kawasan Madinah El-Buuts yang konon termasuk 
paling tua di ( airo ‘ 

4. Luthui/ al-Thaharuh H-a 4\rorus Salah 

Berisi tentang hakikat dan rahasia shalaL puasa dan keutamaan bulan 
Mulurram. Rajab dan Sya ban. 

5 . Manasik al-llaj 

Sesuai namanya, kitab ini berisi tuntunan atau latacara ibadah haji. 

6. Pasolatan 



1 Diicmukan oleh Irwan Ma>duqi. mahasiswa Indonesia sang kuliah di Mesir. 



Bcpm hal-hal yang berhubungan dengan slialat (luntunan shalan im 
waktu, kitab mi ditulis dengan bahasa Jaua dengan Huruf Arab pegon 3 

7. Sahillu Abid terjemahan Jauliar al-Tauhld, karya Ibrahim L a q aan , 

Merupakan kitab tauhid atau Ushuluddin. Disebutkan sebagai rumusan 

aqidah ahlussunnah wal jamauh yang mengajarkan teologi Asy'anyah dan 

Matundiyah. Selain membahas keimanan, kitab ini juga bensi icnianc 
akhlak ® 

& Mirthaj al- A tq iya 9 

Im merupakan syarah (komentar dan ulasan) atas kitab Nadhom 
Hidayatul Atqiva' ila Thoriqul Auliya’ karangan Syeikh Zainuddin al- 
Maliban. KH Sholeh Darat sholat istikhoroh dulu untuk meminta ijj n 
memberikan syarah pada kitab tersebut 

Isi kitabnya secara gans besar, tuntunan bagi orang orang yang bcrtaqwa 
atau cara-cara mendekatkan dm kepada Allah SWT. Diben penjelasan 
detail tentang tahapan tasawuf 

9. Faidh al- Rahman. 

Tafsir Al-Qur’an berbahasa Jawa pertama di Nusantara ini ditulis 
pada 5 Rajab 1309 H ItWIM kitab im terdiri dan 13 juz. Mulai dari 
surat AJ-Fatihah sampai surat Ibrahim Pertama kali di cetak di 
Singapura pada tahun 1894 dengan duajilidan ukuran folio. 

Kitab ini jadi referensi pribunn Jawa yang bermukim di tanah 
melayu. Bahkan kaum muslim di Pattam, Thailand Selatan juga 
memakai kitab im, 

10. Al-Mursyid al-Hajiz. 

Bensi tentang ilmu-ilmu Al-Qur'an dan ilmu Tajwid. 

11. Hadits al-Mi'raj 

tentang perjalanan suci Nabi Muhammad s.a.w’ untuk menenma perinlah 
sembahyang lima kali sehari semalam. 



12. Syarah Maulid al-Burdah 



Salah satu cucu KH Sholeh Darat, H Utama bin Kboltl menyatakan, 
kitab selam tersebut yang pernah ditemukan adalah S\<ikh Abdul 

Qodir Jaelam dan Kuah Mujarrobat (kumpulan dc*l. Oan sekian kitab 
tersebut, sebagian telah dicetak dt Surabaya. Cirebon dan Semarang (PT 
Toha Putra l 

Hingga kini, keturunan Kyai Sholch Darat terus melakukan 
pencarian dan penelusuran kitab-kiub tersebut kc masing-masing keluarga 
keturunan kyai Sholch Darat di Jepara, Kendal, bahkan sampai ke negara- 
negara Timur Tengah. 

Sampai sekarang karya-karya Mbah Sholch Darat masih dibaca di 
pondok-pondok pesantren dan majelis taklim di Indonesia. Sebagian 
bukunya sampai sekarang terus dicetak ulang oleh Pcneibit Toha Putera, 
Semarang. 




AJARAN-AJARAN KH SHOLEH DARAT 



- Sederhana dan Tawadha' 

Sebagaimana umumnya ulama, Kyai Sholeh Darat sangat bersahaja 
dan tawadhu. Akhlaknya sangat terjaga dari kesombongan. Dalam semua 
kitabnya. ia selalu selalu merendah dan menyebut dirinya sebagai orang 
Jawa awam yang tak t'aham seluk-beluk Bahasa Arab. 

Di prolog kitabnya selalu tertulis “buku mi dipersembahkan kepada 
orang awam dan orang-orang bodoh seperti saya”. Dalam pendahuluan 
Terjemahan Sialan al-Hikam terbitan Toha Putra Semarang tertera: “ini 
kitab ringkasan dari Matan al-Hikam karya al-Allamah al-Anf billah Asy- 
Svaikh Ahmad Ibnu Atha’tllah. Saya nngkas sepertiga dari asal agar 
memudahkan orang awam seperti saya Saya tulis dengan Bahasa Jawa agar 
cepat dipahami oleh orang yang belajar agama atau mengaji". 

Bahkan, meski beliau keturunan Nabi Muhammad (sayyid/habib), 
yang nasabnya dan Raden Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang) putra Raden 
Rahmat (Sunan Ampel). hal itu tak pernah dikatakannya. Bagi Mbah 
Sholeh, orang dihormati karena ilmu dan amalnya. Bukan gans 
keturunannya 



• Giat Belajar dan Bekerja 

Kepada mund-mundnya. Mbah Sholeh Darat selalu menganjurkan 
agar mereka giat menuntut ilmu. Menurut beliau intisan Al-Qur’an adalah 
dorongan kepada umat manusia untuk menggunakan seluruh potensi akal- 
budi dan hatinya guna memenuhi tuntutan kehidupan dunia dan akhirat. 

Selain itu, ia adalah seorang ulama yang sangat memperhatikan 
orang-orang Islam awam dalam bidang agama. Ia menulis banyak kitab 
dengan bahasa yang mudah dipahami orang awam, yakni dengan bahasa 
Jawa. 

Adapun yang dimaksud orang awam oleh Kyai Sholeh Darat, ialah 
orang Islam yang tidak mengerti bahasa ‘Arab, berpikir ringkas (sederhana), 
taqlid dalam keimanannya dan tidak menggunakan dalil (tidak argumentif)- 





Kondisi semacam m, «■ U' d-W-k» lr l ' "" ' " '*• 

sehina mass.nak.il ,.tuh H» «'u». ‘“■'“'''"'T J 1 " 11 """ ,k 

UU. ksa, Sholeh mm mcmbchusknn «fc»K» "*"»«« 

Ilmu vang bcmmnlan, Ja„ mcmbcrsnms ku„,sk.„.„. dc. W ,,i, «cwjMn. 
bekeni .Lsab) bagi orang awam agar lidak lamak Imcnghi, lapkan bani 



onng lam) dan tidak menjadi pengemis. 

KH Sholeh Darat mengajarkan orang km» menem I.arta (n m 
ying halal, t.dak boleh pasrah alau bergantung pada takdir Karena imannya 
orang awam adalah dengan harta (mal). Meninggalkan pekerjaan [kasah) 
dapat menegoncangkan iman dun menghilangkan tauhid. 

Maka orang harus introspeksi, apakah telah berbuat taat sehingga 
harus bersyukur, alau lelah berbuat maksiat sehingga harus taubat Sebab 
taat harus dengan kasah. 



- Hanya Aswaja yang Selamat 

Kyai Sholeh Darat dikenal sebagai ahli dmu kalam. Dalam 
kitabnya,' Tarjamah Sahi al-Ahd ala Juuhtr a! Tauhid beliau 
mengemukakan penafsirannya terhadap sahihi Rasuli ll.ih SA\S mengenai 
terpecahnya umat Islam menjadi 73 golongan sepeninggal Beliau, dan hanya 
satu golongan yang selamat 

Menurut Kyai Sholeh Darat, yang dimaksud Nabi Muhammad SAW 
dengan golongan yang selamat adalah mereka yang berkelakuan seperti 
yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. yaitu melaksanakan pokok-pokok 
kepercayaan Ahlussunah wal Jamaah, Asy’ariyah. dan Maluridiyah. 

Kyai Sholeh Darat memperingatkan kepada orang yang tidak 
memiliki ilmu pengetahuan dalam keimanannya, bahwa ia akan jatuh pada 
paham atau keyakinan sesat. Bahwa, orang yang tidak mempunyai ilmu 
pengetahuan sama sekali dalam keimanannya, akan jatuh pada paham dan 
pemahaman yang sesat. 

Sebagai misal, paham kebatinan menegaskan bahwa amal yang 
diterima oleh Allah Ta 'Ala adalah amaliyah hati yang dipararclkan dengan 
paham manunggaling kawulo Ous/i-nya Syaikli Siti Jenar dan berakhir 
tragis pada penlaku taklid buta. Iman orang taklid tidak sah menurut ulama 
muhaqqiqm. demikian tegasnya. 




Kumuh ilmu Ultim vnn« bcikuifun dengan perbuatan manusi 
Ivli.ui memulakan hnhwo pulinin Jnhinynh dan (Judariyah adalah sesi!’ 
Svb.ib Khlvimah menganggap semua pcilnitilan manusia adalah kehendak 
All.ih. sedangkan Oodathuh mcngimggfip manusia merdeka dan cam 
1.UUM11 m\kik Allah Vnng hemir adulah paham Ahlu.s Sunnah wal Jamaah 
\ait\i >nng beroda di Unpnh nntarn Jnhariyuh dan Qodariyah. ° ' 

la senantiasa menekunkan perlunya ikhtiar dan kerja keras, setelah 
mi Kmi mcmviabkan din scearn pasrah kepada Yang Maha Esa Mbah 
Sboh h Pai .u sangat mencela orang yang tidak mau bekerja keras kare 
mcm.snvl.ing segala nasibnya telah ditaqdirkan Allah SWT. Sebaliknya 'i! 
mga tnlak scluiu dengan teori kebebasan manusia yang menempatkan 
manusia sebagai pcucipta hakiki alas segala perbuatannya. 

Mbah Sholeh mewanii-wunti umat agar tidak tertipu seseorang yang 
mengaku memiliki ilmu hakekal. meninggalkan salat dan fardlu yang lain 
dan melaksanakan maksiat menurut syara'. Kemaksiatan berbungkus 
kebaikan tetap saja namanya kebatilan 



* Melawan Belanda dengan Fatwa 

KM Sholeh Darat menggunakan fatwa agama untuk melawan 
pcni.i|.ih Belanda Masyarakat dia ajak berjuang dengan totalitas pikiran dan 
perbuatan Beliau tanamkan di sanubari masyarakat, Belanda itu musuh 
agama Barang siapa yang bekerjasama atau meniru perbuatan kaum 
Belanda sang kafir, maka hukumnya orang tersebut telah kafir. Murtad dan 
Islam 

llarani hukumnya bahkan termasuk murtad, orang yang berpakaian 
dan berperilaku menyerupai orang kafir. Sewaktu mendatangi kantor VOC, 
beliau masuk dengan kaki km terlebih dulu. Disamakan dengan masuk 
kakus atau WC 

Pernyataan ini ada dalam kitabnya, Majmu'at al-Syariat al-Kafiyah 
h al-'Awam. Inilah yang menjadi inspirasi fatwa Hadltrotus Syeikh KH 
H amin Asy'ari; “haram hukumnya umat Islam memakai celana, jas dan 
dasi (sewaktu dijajah Belanda). Juga menjadi rukukan dikeluarkannya 




resolusi phad NU memperiahankun kemerdekaan NKRI yang memieu 
perang melawan Sekum dan NIC A pada 10 Nopemher 1045 d. Surabaya, 

- kurnmah KH Sholeli Para< 

Sebawi Wali Allah. Mbah Sholeh Darat juga dikenal mcm.l.k, 
karomah Makamnya pun menjadi tujuan ziarah banyak orang. Salah 
seorang wali terkenal yang suka mengunjungi makamnya adalah Gus Miek 

(KH Hamim Ja/uli). 

KH Abdurrahman Wahid (C.us Dur) juga senang ziarah dan 
menvuruh orane-orang NU untuk berziarah ke makam Mbah Sholeh Darat 
" Dikisahkan, suatu ketika Mbah Sholeh Darat sedang berjalan kaki 
menuju tengah kota Semarang Kemudian lewatlah tentara Belanda 
berkendara mobil. Begitu mobil mereka menyalip Mbah Sholeh. tiba-tiba 
mogok. Mobil itu baru bisa berjalan lagi setelah tentara Belanda memben 

tumpanean kepada Mbah Sholeh Darat 

Di lain waktu, karena mengetahui pengaruh Mbah Sholeh Darat 
yang besar, pemerintah Belanda mencoba menyogok Mbah Sholeh Darat. 
Maka diutuslah seseorang untuk menghadiahkan banyak uang kepada Mbah 
Sholeh. dengan harapan Mbah Sholeh Darat mau berkompromi dengan 

penjajah Belanda 

Mengetahui hal ini Mbah Sholeh Darat marah, dan tiba-tiba dia 
mengubah bongkahan batu menjadi emas di hadapan utusan Belanda itu. 
Namun kemudian Mbah Sholeh Darat menyesal telah memperlihatkan 
karamahnya di depan orang Beliau dikabarkan banyak menangis jika 
mengingat kejadian ini hingga akhir hayatnya. 

La>ak Diberi Gelar Pahlawan 

K ya i Sholeh Darat wafat di Semarang pada hari Jum'at Wage 
tanggal 28 Ramadan 1321 H/ IX Desember 1903 dan dimakamkan di 
pemakaman umum ' Bergula” Semarang, dalam usia 83 tahun. 

Meski meninggal di bulan Ramadhan, Haul Mbah Sholeh Darat 
diperingati setiap tanggal 10 Syawal. Itu semata-mata agar masyarakat bisa 
mengikutinya dengan leluasa, setelah merayakan Lebaran dan Syawalan. 





Pada han itu masyarakat dari berbagai penjuru kota menghadin haul 
Kyai Sholeh Darat Belasan rtbu orang sudah berdatangan sejak satu atau 
dua hari sebelum haulnya. Berasal dari daerah-daerah di Jawa Tengah 
maupun Jatim dan kadang ada yang dari Jabar. 

Banyaknya umat yang hadir di haulnya, memang menjadi tengara 
kebesaran namanya. Dalam salah satu kitabnya, KH Sholeh Darat pernah 
menulis, bahwa tanda-tanda kewalian seseorang adalah banyaknya umat 
yang berziarah di makamnya. Rupanya kalimat itu terbukti pada dirinya 
sendin. 

Mengingat beliau termasuk perintis kemerdekaan, tokoh perlawanan 
terhadap penjajah melalui ilmu pengetahuan, selayaknya diberi gelar 
Pahlawan sebagaimana sebagian para mundnya. 

Terlebih namanya telah diabadikan menjadi nama jalan di dekat 
Bergota. Yaitu Jalan K>ai Saleh. 



Napak Tilas Kyai Sholeh Darat Semarang 

Perhelatan budaya bertajuk "Peringatan Labuhan Kyai Sholeh 
Darat Semarang” biasa dilakukan di kawasan Kampung Melayu pada 
bulan Desember. Sesuai namanya, acara ini untuk memeringati pendaratan 
serta kiprah ulama besar Kyai Sholeh Darat di Semarang. 

Dinas Pariwisata Kota Semarang selaku penyelengara menjadikan 
Peringatan Labuhan itu untuk memunculkan spirit religius dan aset budaya 
Kota Semarang, serta meningkatkan potensi ekonomi warga di kawasan 
Kampung Melayu. 

Acara dibagi menjadi dua bagian, yakni Pasar Labuhan Semarang, 
dan prosesi penyambutan Kyai Sholeh Darat. Pasar Labuhan Semarang 
adalah bazar yang menyediakan aneka barang kebutuhan sehari-hari. 
Sementara prosesi penyambutan Kyai Sholeh Darat dimulai pukul 08.00 di 
depan Pasar Boom Lama. 

Diceritakan, Kyai Sholeh Darat (diperankan oleh aktor) yang 
pulang dari menuntut ilmu di Mekah, disambut oleh ulama, santri, umara, 
serta masyarakat setempat. 




Dan Pelabuhan Semarang, ia diarak menuju Masjid Kyai Shoich 
Darat di Jalan Kakap Raya. Arak-arakan terdin atas prajurit Kabupaten 
Semarang yang bersenjata tombak, pasukan pembawa kembang manggar, 
pasukan bcipakaian adat semarangan, pendekar silat, para santri, dan musik 
terbangan 

Simbol 

Sesampai di masjid, acara dilanjutkan dengan pemukulan kentongan 
oleh kvai Sholeh Darat, pembacaan doa Asmaul Husna, serta Halaqah. 
Pemukulan kentongan merupakan simbol dimulainya Kampung Darat 
sebagai pusat studi Islam di Tanah Jawa. 

Sementara halaqah diisi dengan penyampaian sejarah perjuangan 
serta pembahasan kitab-kitab Sholeh Darat. Acara ditutup dengan 
mjuidhah hasanah oleh ulama. Pemimpin pemerintah Kota Semarang 
biasanva memerankan tokoh Kanjeng Bupati Semarang. 



Peninggalan KH Sholeh Darat 

Selain kiiab-kitabn\a yang belum semua bisa ditemukan, nyaris tak 
ada peninggalan tisik Simbah KH Sholeh Darat yang tersisa. Langgar kayu 
berbentuk rumah panggung telah rusak sejak lama, akibat dimakan usia dan 
tergenang air rob yang langganan melanda. Kawasan Semarang utara 
memang daerah banjir dan rob 

Karena dulu lama tak terurus, lokasi yang dulu pernah dipakai 
belajar para santn, tak ada yang terlihat lagi. Berganti menjadi pemukiman 
kumuh penduduk yang membangun rumah di situ tanpa ijin ahli waris. 

Peninggalan baru terurus setelah cucu KM Sholeh Darat, H Ali 
Chohl menempati dan ngopeni rumah peninggalan lama. Lalu pada tahun 
1993 H Ali Cholil (w. 2010) bersama dzurriyah yang ada, membongkar 
langgar tersebut lalu membangun masjid berbahan tembok. 

Masjid ini telah menjadi tempat ibadah warga sekitar, namun belum 
makmur untuk pengajian. Karena itu para ahli waris berupaya meneruskan 
peijuangan Simbah KH Sholeh Darat dengan mengadakan pertemuan 
Keluarga Besar Bani KH Sholeh Darat tiap tahun. 



Dengan silaturahmi tersebut diharapkan bisa mendirikan yayasan 
untuk membuka lembaga pendidikan dan menghidupkan lagi pondok 
pevmtren Ml Sholeh Darat. 

Para cicil (buyut-Jawa). juga beriklitiyar mencan dan 
mengumpulkan kitab-kitab Kll Sholeh Darat yang belum ketemu, lalu 
mencetak kembali atau menerjemahkannya dalam bahasa Indonesia. 



Dzurriyyah KH Sholeh Darat 

D:urri\yah KH Sholeh Darat, tersebar di berbagai tempat yang 
berjauhan. Ada yang tinggal di Semarang. Kendal, Pekalongan, Brebes. 
Jakarta, dan Surabaya. 

Dan sekian putra putri Kll Sholeh Darat, yang mendapat keturunan 
adalah H Cholil Sementara II Yahya dan Syeikh Ibrahim tidak punya anak. 
H. Cholil memiliki 3 istri, yaitu Ammuh. Chalsoh dan Saudah. 

Dan istn pertama Aminah menurunkan H. Umar. Dari istri kedua 
menurunkan enam cucu yaitu Sholeh. Chahmah, Asmanah. Abbas, H. 
Itsman dan Zahroh Sedangkan dan istri ketiga menurunkan tiga cucu, H. 
Syukn. Hamzah dan H Muhammad Ali. 

Keturunan KH Sholeh Darat dari putrinya RA Sili Zahroh. yaitu R. 
Rahmat bin KH Dahlan dan ‘Aisyah binti KH Amir Idris. 

Adapun generasi cucu KH Sholeh Darat yang masih hidup hmgua 
kini adalah H. Utsman, II. Sukri dan Zahroh. Semunya telah berusia tua. 
Sehingga yang bergial mengurus masjid adalah para buyut dan canggah 
beliau. 




P 



w»*P»l°S W 
uiprya«S V 

W byn»x «n*y 

bij n »x *njy uipfuu^«4 




SILSILAH KELUARGA KYAI SIIOIHI DARAT 



D\H AHPl'STAKV 



Al-CUurah, Abu llamid Muhammad bin Muhammad bm Muhammad. 19X9. 
Ih\\ i' ( liirn oil-Din, Hcinit Dar al-hkr. 

Abdullah. M Amin, Falsafah kalam di Era Posi Modem. Yogyakarta: Pustaka 
Pelajar. 1997. cct. II. 

Al-An$hari. Abu Yahya Zahanya. T.t. Faih al-Wahhdb bi Syurh Manhaj 
ath-Thullab. Indonesia. Dar Ihya’ al-Kutub al- Arabiyyah 

Al- \$\ ’an. Abu Hasan ’Ah ibn Isma'il. Al-lbanah 'An Usul al-L)tyanuh. Al- 
Azhar: Al-Mumriyyah, uh 

Al-Baghdadi. Abu Mansur ‘Abd al-Oalnr ibn Tabir al-Tamimi, Kitab Usul al-Dm, 
Constatinople: Madrasah al-llahiyat. 1928. 

\1-Ba.'daw i. Abu Yusr Muhammad ibn Muhammad ibn ' Abd al-kanm, Kilah Usul 
al-Din Han> Peter l inss. cd.. kaim 'l>a al-Babi al-llalabi, 1963. 

Al-Matundi. Abu Mansur Muhammad ibn Muhammad ibn Mahmud. Risalah fi al- 
'Ai/a'id. Y 7 Yorukan. ed , kimbul Ankara Univcrsitesi. 1953. 

\1-Nu‘man. Abu Hamlah. Al-hufhal ikhar. Mesir Al-Hamiyyah, 1334 

Al-Qaththan. Manna'. T.t At-Tas\n h./ cil-Fn/h fi al-lsldm , Beirut: Asy- 
Svirkat al-Multahidat li at-Tau/i 

Arkoun. Muhammad. Tarikh ns ah al-l ikr al-'Arah al-lslami. Beiruf Markaz al- 
Inma' al-Oaumy, 

As-Samarani, Muhammad Shahh bin Umar. 1374 H. Majmu'at asy- 
Svari’at al-ka/nah h al-Awam. Cirebon: Al-Mishriyah. 

Bruinessen. Martin van. 1415 H/T 995. Kitab Kuning: Pesantren dan 
Tarekat. Bandung. Mi/an. cetakan. 

Danuwiyoto. 1977. "kvai Saleh Darat Semarang Ulama Besar dan Pujangga 
Islam Sesudah Pakuhuwono ke-IV”, Mimbar Ulama, No. 17. 

Dr. H C.lu/ali Mumr. M A, Teologi Orang Awam kyai Sholeh Darat Ulama 
Jawa Akhir Abad XIX 

H. W. Muhd Saghir Abdullah dalam bukunya "Perkembangan Ilmu Fiqih 
dan Tokoh-tokoh di Asia Tenggara" 

Madjid. Nurcholish, Islam Doktrin dan Peradaban Sebuah Telaah kritis tentang 
Masalah Keimanan. Kemanusiaan, dan Kemoderenan. Jakarta. 
Paramadina. 1992. 




Munir. Ghdiali. 2008. tt arisan Intelektual Islam Jawa dalam Pemikiran 
Kalam Muhammad Shahh as-Samaram, Semarang: Walisongo 
Press, celakan I. 

Pusjt Bahasa, Tim Penyusun Kamus. 2002. Kamus Besar Bahasa 
Indonesia, Jakarta: Balai Puslaka. edisi III, cetakan II. 

Sahm, Ahdullah, Ataimu'ai al-Syanat al-Kafivat h al-'Awam Kar\a Kiai Saleh 
Darat (Suatu Kanan Terhadap Kilah Fiqih Berbahasa Jassa Akhir Ahad 
M\i. Jakarta: Disertasi Program Pasca Sarjana IAIN Syarif Hidayatullah, 
|995. 

Samarani. Muhammad Salih ihn ‘L'mar. Majmu ah al-S\an ah al-Kafiyah h a l- 
'.juuin. Cirebon: Al-Maktahah al-Mi*hny\ah, Lth. 

Steenbnnk, Kard A. 19S4. Beberapa Aspek tentang Islam di Indonesia 
Abad ke- 19, tekan* Bulan Bintang 

Woodward, Mark R 1999. Islam Jawa: Kesalehan Sormatif Versus 
Kebatinan , Yogyakarta, LkiS, cetakan II